Tampilkan postingan dengan label Berita Jatim. Tampilkan semua postingan

Disinyalir Hengkang ke Ormas Baru

NGAWI-Partai Golkar kembali diterpa kabar tak mengenakkan.Kali ini,sejumlah kader partai berlambang pohon beringin itu disinyalir bakal hengkang dan memilih bergabung dengan salah satu organisasi masyarakat(ormas)baru.
'Memang ada beberapa kader yang lebih condong ke salah satu ormas.Permasalahan itu yang kami jadikan pembahasan selama ini,'terang salah satu sumber internal Golkar kepada koran ini.
Kata dia,keikutsertaan kader bergabung dengan ormas lain dianggap pemicu munculnya berbagai polemik di tubuh Golkar.Di satu sisi,hal itu dinilai menyalahi mekanisme dan prosedur.Di sisi lain,berkecimpung di lingkup ormas dianggap merupakan hal wajar.'Ya sampai saat ini belum ada solusi yang bisa menyelesaikan permasalahan itu,'ungkapnya.
Golkar sebagai partai besar,lanjut dia,tetap memegang teguh anggaran dasar dan rumah tangga dalam menjalankan gerbong politiknya.Aturan-aturan itu sudah menjadi kebijakan untuk ditaati setiap kader.Bila diangggap membelot,sanksi tegas siap dijatuhkan. 'Partai mana saja bila ada kadernya yang setengah hati pasti akan pikir-pikir,'urainya.
Ketua DPD Golkar Ngawi,Jeffry Arief Kusbudiman saat dikonfirmasi koran ini mengatakan,pihaknya berpatokan pada Surat Edaran(SE)DPP Partai Golkar No SE.7/GOLKAR/VII/2010 tentang konsolidasi organisasi.Salah satu poin penting menyebutkan bahwa pengurus atau fungsionaris Golkar tidak diperkenankan menjadi pengurus atau anggota yang terlibat langsung dalam aktivitas ormas.
'Bagaimana pun kami akan tetap berpedoman pada surat edaran DPP untuk menuntaskan permasalahan ini,'tegas Jeffry.
Jeffry menambahkan,surat edaran yang ditandatangani Wakil Ketua Umum DPP Golkar Agung Laksono itu juga menegaskan bahwa salah satu ormas baru tersebut tidak memiliki hubungan historis dan organisatoris dengan Golkar.
Untuk itu,lanjut dia,DPD berkewajiban melaporkan kader yang terbukti terlibat langsung atau menjadi pengurus ormas tersebut.Bahkan diatur tegas,apabila fungsionaris Golkar bergabung dengan ormas itu,yang bersangkutan harus melepaskan status keanggotaannya dari Golkar.
Dan,pelanggaran dari disiplin organisasi akan diberikan sanksi berupa pemberhentian dari anggota Golkar.'Surat edaran ini sudah kami kirim ke fraksi-fraksi dan pengurus Golkar,'jelasnya

Posted in | Leave a comment

Banjir Rendam Pemukiman dan Lahan Pertanian

PACITAN-Hujan deras Sabtu(16/10)malam menyebabkan
banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Pacitan.
Salah satunya di Desa Ketrowonojoyo,Kecamatan Kebonagung.Selain merendam lahan pertanian,banjir mengancam ambruknya sebuah jembatan.Bahkan,satu rumah warga hancur total tertimbun tanah longsor.Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Rumah warga yang hancur milik Suparno.Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.15.Material dari perbukitan berupa tanah dan ranting pohon di belakang rumahnya setinggi lima meter meluncur menghantam rumah. Beruntung para penghuni rumah sempat menyelamatkan diri.'Ketika mengetahui air mulai deras masuk ke rumah,spontan pemilik langsung lari,'terang Winardi, Kepala Desa Ketrowonojoyo,kemarin(17/10).
Informasi koran ini,di desa ini terdapat empat titik pemukiman yang rawan longsor.Yakni di Dusun Jeruk, Wonojoyo,Krajan,dan Gawang.'Saat ini,keluarga Suparno mengungsi ke rumah familinya,'imbuh Winardi.
Sementara,di Desa Purwoasri,Kecamatan Kebonagung, banjir bandang membuat jembatan penghubung antardesa terancam roboh.Bahkan,kondisinya cukup parah.Selain karena usia jembatan,posisinya juga sudah miring. Terlebih pondasi sebelah selatan hampir separuh lebih ambruk terkikis derasnya banjir sebelumnya. Dikhawatirkan,jika banjir kembali datang jembatan akan ambruk.'Kita tadi bergotong royong membuat sesek (anyaman bambu)untuk material jembatan.Karena rencananya akan dibangun,'kata salah seorang warga setempat.
Banjir juga merendam lahan pertanian dan menghanyutkan hasil panen kedelai.Akibatnya,para petani merugi jutaan rupiah.Persoalannya,selama ini,setiap selesai panen kedelai,petani sengaja membiarkan berada di sawah untuk dijemur.Namun banjir menghanyutkannya.
Hingga siang kemarin(17/10)warga masih resah. Pasalnya,sebagian lahan tanaman padi ada yang ikut terendam.Sehingga berpotensi menurunkan hasil panen. Sebab,saat ini padi baru berbunga.Sehingga,jika sering terendam,akan berpengaruh pada tingkat isian bulir padi.'Kalau sudah berbulir malah tidak
masalah.Tetapi kalau baru berbunga panennya bisa turun,'ungkap Narto,petani setempat

Posted in | Leave a comment

Langkah FPD-FPAN Dinilai Terburu-buru

MAGETAN-Langkah Fraksi Partai Demokrat(FPD)dan Fraksi Partai Amanat Nasional(FPAN)DPRD Magetan,yang tidak mau menyetujui pengesahan rancangan APBD Perubahan (RAPBD-P)tahun 2010,dinilai terlalu terburu-buru. 'Sikap yang diambil mereka menurut saya terburu-buru,'terang Ketua Panitia Khusus(Pansus)DPRD tentang RAPBD-P,Suwarno,kemarin(17/10).
Menurut dia,pembahasan RAPBD-P 2010 ini sudah melalui tahap-tahap yang benar.Mulai dari pembahasan KUA PPAS (kebijakan umum anggaran-plafon prioritas anggaran sementara),komisi,dan Badan Anggaran hingga pansus.
'Dari pansus ada tahapan rapat paripurna khusus dewan.Hingga tahap ini juga tidak ada masalah. Artinya,tahapan sudah dilalui dan sudah sesuai mekanisme,'jelas ketua Fraksi Magetan Bersatu ini.
Suwarno sekadar mengkilas balik,saat rapat paripurna khusus DPRD,ada jeda untuk memberi kesempatan kepada fraksi-fraksi jika masih memiliki ganjalan.Itu terkait dengan tahapan serta hasil pembahasan KUA-PPAS hingga RAPBD.
'Nyatanya,saat rapat paripurna khusus dewan juga disetujui.Dari situ,kemudian diputuskan digelar rapat paripurna dihadapan kepala daerah,'terang anggota dewan dari PNI Marhaen tersebut.
Kalau dinilai tahapan serta isi KUA-PPAS dan RAPBD Perubahan tahun 2010 ada yang salah,tentu Fraksi Partai Demokrat maupun Fraksi Partai Amanat Nasional bisa mengusulkan di tengah perjalanan.'Jadi,menurut pendapat saya,keputusan teman-teman dari Demokrat dan PAN itu terburu-buru.'
Sementara dalam sidang atau rapat paripurna DPRD di hadapan kepala daerah dengan agenda pengesahan RAPBD Perubahan menjadi APBD tidak berjalan mulus.Rencana FPD dan FPAN menolak menyetujui sebenarnya bisa tersampaikan melalui surat kepada Ketua DPRD Joko Suyono.
Surat dari FPAN diberikan sebelum sidang.Sedangkan surat FPD diberikan di tengah sidang yang didahului interupsi dari dua anggota FPD.Namun,surat tersebut tidak dibacakan di forum rapat paripurna.
Ketua DPRD Joko Suyono langsung meminta pendapat kepada anggota dewan terkait pengesahan RAPBD Perubahan menjadi APBD Perubahan.'Harusnya,pendapat fraksi itu didengarkan.Bukan seperti ini.Kalaupun mekanisme musyawarah mufakat tidak bisa diambil,kan ada voting,'kata Sutikno,wakil ketua dewan dari FPAN.
Baik Demokrat maupun PAN terlihat kecewa dengan mekanisme persidangan DPRD yang mengambil keputusan tentang pengesahan RAPBD Perubahan menjadi APBD Perubahan tersebut

Posted in | Leave a comment

Tiga Pasang Balon Siap Bertarung

PACITAN-Akhirnya,tiga pasangan bakal calon(balon) bupati-wakil bupati Pacitan telah resmi mendaftar ke KPUD setempat dan siap bertarung dalam pilkada Desember nanti.Terakhir,Partai Demokrat(PD) mendaftarkan pasangan balon Indartato-Prayitno Senin (18/10)sekitar pukul 22.00 kemarin.'Ada tiga pasang calon yang sudah mendaftar.Selanjutnya,akan dilakukan penelitian berkas,'kata Ketua KPUD Damhudi Selasa (19/10).
Ditemui usai mendaftar,Senin(18/10)malam,balon bupati Indartato mengatakan akan berupaya secepatnya menyelesaikan segala hal yang berkaitan dengan persiapan pencalonan.Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pacitan ini berharap mendapat dukungan sebanyak-banyaknya.'Sekarang fokus pada persiapan menghadapi pilkada,'katanya.
Hal senada dikatakan Ketua DPC PD Pacitan Soetopo. Menurutnya,PD bersama partai pendukung siap memenangkan pasangan Indartato-Suprayitno.Mereka juga sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU).Partai-partai pendukung tersebut adalah Hanura, Partai Keadilan Sejahtera(PKS)dan Partai Persatuan Pembangunan(PPP).'Partai pendukung sudah melakukan konsolidasi.Kami berharap pilkada cukup satu putaran agar efisien dan rakyat tidak jenuh,'terangnya.
Sementara,sejumlah partai pendukung menyatakan optimistis pasangan balon yang mereka usung bakal memenangkan pilkada.Terlebih,hasil survei dan elektabilitas balon Indartato selalu menempati peringkat pertama.'Kami tidak begitu saja memberikan dukungan.Tetapi,ada pertimbangan tersendiri.Salah satunya hasil survei dan elektabilitas,'kata Ketua DPD PKS Pacitan Nurrohman.
Sebelumnya,koalisi delapan partai telah mendaftarkan pasangan balon Nurcahyono-Masruri Abdul Ghoni.Koalisi ini terdiri dari PAN,PKPB,PBB,PBR,PDP,Gerindra, Patriot,dan PNI Marhaenisme.Sedangkan koalisi Partai Golkar dan PDIP mengusung pasangan balon Aziz Ahmadi-Mardiyanto.KPUD telah menutup pendaftaran pada pukul 24.00,Senin

Posted in | Leave a comment

ANTISIPASI MARAKNYA KEJAHATAN,POLISI LATIHAN MENEMBAK

NGAWI-Kepolisian tak mau kecolongan.Mengantisipasi maraknya aksi kejahatan di berbagai daerah akhir-akhir ini,kemampuan personel terus diasah.Tidak terkecuali soal penggunaan senjata api(senpi)untuk melumpuhkan kawanan penjahat.
Seperti yang terlihat saat latihan bersama di lapangan tembak Yon Armed,kemarin(19/10).Sejumlah personel diajarkan tata cara membidik sasaran dengan tepat. Mulai dari cara memegang senpi,menarik pelatuk,hingga mengatur pernafasan.
Dalam latihan itu juga diajarkan cara meningkatkan refleks petugas dengan senjata yang digunakan.'Ada tahapan-tahapan yang harus ditaati dan dipatuhi setiap peserta latihan menembak ini,'terang Kasubag Humas AKP I Wayan Murtika mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Eko Trisnanto.
Dalam latihan itu para personel juga mendapat jatah menembak ke sasaran yang telah ditentukan.Ada tiga kategori yang harus dikuasai.Yakni,menembak lambat dengan lima kali tembakan dalam waktu 150 detik, menembak cepat dengan lima kali tembakan dalam waktu 20 detik,dan menembak reaksi.'Kalau menembak reaksi itu waktu tujuh detik harus mampu menembak tiga kali,'ungkapnya.
Latihan menembak kali ini,lanjut dia,merupakan antisipasi kepolisian untuk menangkal segala tindak kejahatan.Apalagi,pelaku kriminalitas kini terbilang nekat dan tak pandang bulu.'Di mana pun tempatnya, polisi harus siap.Begitu pula saat melakukan pengamanan,'tegasnya.
Wayan menambahkan,senjata digunakan polisi tidak untuk gagah-gagahan.Tapi,untuk keselamatan bila ada hal-hal yang membahayakan.Dan yang terpenting mampu melindungi masyarakat dari tindakan kekerasan .'Sudah bukan zamannya lagi untuk gagah-gagahan.Harus sesuai dengan fungsi dan pemanfaatannya,'pungkasnya

Posted in | Leave a comment

KECELAKAAN MAUT TERJADI DI JALUR MAOSPATI-NGAWI

MAGETAN-Kecelakaan hebat terjadi di jalur Maospati-Ngawi,pagi kemarin(19/10).Bus Mira menghantam sepeda motor di depan SPBU Maron,Kecamatan Karangrejo, Magetan,sekitar pukul 04.30.
Dua orang tewas di tempat.Sementara,beberapa penumpang dan pengendara Yamaha Jupiter menderita luka-luka. 'Kesimpulan sementara,pengemudi sepeda motor kurang waspada.Sedangkan cuaca berkabut,'kata Pjs Kasatlantas Magetan,Iptu Joko Winarto di lokasi kejadian.
Korban tewas adalah Nuh Prayitno,warga Deliksari,RT 4/RW 6,Kelurahan Sukorejo,Kecamatan Gunung Pati, Semarang,penumpang bus.Satu lagi adalah Supanti,warga Pojoksari,Kecamatan Sukomoro,Magetan,penumpang motor.
Informasi dari lokasi kejadian,tabrakan tersebut bermula dari niatan Eko Marwat,pengemudi Yamaha Jupiter yang hendak mengisi bensin di SPBU Maron sepulang dari belanja di pasar Glodok.
Namun,sepertinya Eko kurang waspada ketika mengambil jalur tengah.Dari arah belakang(Glodok),bus Mira jurusan Surabaya-Jogja melaju cukup kencang.Sopir bus M.Ichwan,warga Desa Kasak Rt 4/RW 3 Kecamatan Krian, Sidoarjo,kaget.
Dia mengerem mendadak dan berusaha menghindari sepeda motor nopol AE 5684 RJ yang akan menuju SPBU.Namun nahas,upaya tersebut tidak berhasil.Laju bus tidak bisa dikendalikan dan menabrak motor yang dikendarai Eko dan ibunya.
Bus nopol S 7282 WS itu menabrak pembatas jalan berupa jembatan kecil.Karena direm mendadak,bus Mira terpelanting.Moncong bus berbalik arah ke selatan dan terguling.'Suaranya keras sekali,'ujar Astuti,warga yang kebetulan hendak mengisi bensin.
Akibat bus terguling,penumpang juga ikut terpelanting. Nuh Prayitno yang duduk di bangku sebelah kiri diduga kepalanya membentur kaca.Dia tewas di lokasi kejadian. Sementara,Supanti yang biasa berjualan sayur itu, tubuhnya terseruduk di bodi bus bagian depan.Kondisi sepeda motor rusak parah.Sementara kaca bus juga pecah.
Proses evakuasi bus yang terguling tidak memakan waktu lama.Dua alat berat dari PG Purwodadi membantu polisi mengembalikan bus ke posisi normal.Meski sempat memacetkan jalan,namun tidak terlalu lama.
Setelah berhasil dibalikkan,bus lantas dibawa ke pos polisi terdekat.Sementara sopir bus,warga Sidoarjo tersebut hanya menderita luka ringan.Saat ini,sopir ditahan di Mapolres Magetan.
Kapolres AKBP Awi Setiyono melalui Pjs Kasatlantas Iptu Joko Winarto mengatakan,kecelakaan tersebut lebih karena human error.Yakni,kekuranghati-hatian pengemudi motor dan bus.'Kami menghimbau,agar pengguna jalan hati-hati.Terutama kalau hendak menyeberang jalan,' terang Joko

Posted in | Leave a comment

Kembali Berulah, Anjal Ditertibkan

MADIUN-Seolah tak kapok berulah,tiga anak jalanan diciduk petugas Satpol PP Kota Madiun,di pasar penampungan seputaran Stadion Wilis,kemarin(19/10). Mereka adalah muka-muka lama dan pernah terjaring. Mereka Rio Tertiara,warga Desa Kwangsen,Jiwan dan dua temannya,Arif Setiawan,warga Jalan Thamrin dan Rolisa Putra Sanjaya,warga Jalan Gajah Mada.
Penertiban kemarin juga menjadi mimpi buruk bagi Pipit Sriyani,yang berstatus pelajar SMP swasta di kota. Informasinya,dia yang berasal dari Kelurahan Kraton, Maospati dan pergi dari rumah ikut pacarnya,Rio Tertiara.
Kepada Radar Madiun di sela-sela pemeriksaan penyidik Satpol PP Kota Madiun,Pipit mengatakan selama tiga hari meninggalkan rumah tanpa izin.Selama tiga hari itu,dia mengaku tinggal di rumah Rio,di Kwangsen. Juga,ikut pacarnya mengamen.'Ya sekolahnya bolos.Pas ngamen,saya selalu menunggu di warung,'ujarnya.
Keempatnya diamankan Regu Praja Wibawa III yang dipimpin Sunarso,pagi kemarin.Penertiban dilakukan karena Satpol PP mendapat laporan dari pedagang pasar penampungan yang merasa terganggu dengan keberadaan anjal tersebut.'Kalau malam teriak-teriak dan mabuk-mabukan,'ujar Sunarso,Komandan Regu Praja Wibawa III.
Sunarso menambahkan,keempatnya langsung dibawa petugas untuk didata.Saat diperiksa,diketahui ketiganya pernah terjaring penertiban.Seperti,Rolisa Putra Sanjaya yang pernah terjaring 2009 lalu.'Kurang perhatian orang tua,makanya saya tetap di jalan,'ujar Rolisa.
Dia hidup di jalan,dimulai 09.00 WIB.Dia menghabiskan waktu dengan dua rekannya,Rio dan Arif,mengamen di sepanjang Jalan Diponegoro dan perkampungan.'Uang ngamen kami bagi tiga,'tambahnya.
Terpisah,Kepala Satpol PP Suyoto menambahkan,keempat remaja ini sudah melanggar perda 4/2006,tentang penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban. Dijelaskan,mereka sudah diberi teguran berulang-ulang. Tapi,masih membuat gaduh pasar penampungan.'Sudah sering diarahkan,tapi tetap berulah,makanya hari ini (kemarin)ditertibkan.Ini sekaligus menjadi harapan pedagang pasar penampungan yang merasa terganggu,' tegasnya

Posted in | Leave a comment

Search

Swedish Greys - a WordPress theme from Nordic Themepark. Converted by LiteThemes.com.